Terus Berkarya

Cerita motivasi Terus Berkarya
Terus berkarya
Jangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan kita. Namun, sesungguhnya alam mengajarkan bahwa kita tak akan pernah bisa berhenti. Meski kita berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak kita mengelilingi matahari. Maka, bergeraklah bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberi kebahagiaan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari kita.

Air yang tak bergerak lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu. Alam telah mengajarkan ini. Jangan berhenti berkarya atau kita segera menjadi tua dan tak berguna.

--------------------------------------------------------

Renungan di atas memotivasi kita untuk terus bergerak dengan aksi nyata, tidak hanya dengan omong saja atau bahkan mencela.
Buktikan dengan tindakan.
Kecil. tidaklah mengapa, selama bermanfaat bagi sesama.
 Bukan besok, tapi sekarang!
Mari terus berkarya!

 

Tugas Kita Adalah Berikhtiar

Ketika orang lain berbicara sejuta bahasa, tetaplah kita bekerja. Cangkullah sawah itu dan taburi dengan benih. Ketika orang lain berdiam tak tahu harus berkata apa, teruskan kerja kita. Siangi dan airi putik-putik yang baru bertunas itu. Ketika orang lain saling tuding saling hunus, bekerjalah dalam istirahat kita. Senandungkan seranai pengundang angin dan gerimis. Ketika orang lain terlelap pada tidur nyenyak mereka, jangan putuskan kerja kita. Bekerjalah dengan doa dan harapan, “Semoga ikhtiar ini menjadi kebaikan bagi segenap semesta”. Maka, ketika orang lain tergugah dengan peraduannya, ajaklah mereka untuk mengangkat sabit memungut panen yang telah masak. Bila mereka tak jua berkenan, jangan kecil hati. Tetap dan teruslah bekerja. Bekerja, karena itulah yang semestinya kita kerjakan.



Apapun yang terjadi di muka bumi, sang mentari tak berhenti sedetik pun dari kerja, mengipasi tungku pembakaran raksasanya; menebarkan kehangatan ke seluruh galaksi. Maka, tak ada alasan yang lebih baik untuk keberadaan kita di sini selain bekerja, mengubah energi hangat matahari menjadi kebaikan semesta.

5 Bola Kehidupan

Cerita Motivasi

 Sebuah tamsil motivasi yang sarat akan makna. Semoga kita mampu merenungkannya dan memperoleh hikmah di balik perumpamaan ini. Selamat membaca.

Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan lima buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama: Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman, dan Spirit dan kita harus menjaga agar kelima bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “Pekerjaan” hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali. Tetapi, empat bola lainnya yaitu Keluarga, Kesehatan, Teman, dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping.

Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya.

Bagaimana caranya?

Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia

Bila kita memandang diri kita kecil, dunia akan tampak sempit dan tindakan kita pun jadi kerdil.

Namun, bila kita memandang diri kita besar, dunia terlihat luas dan kita pun melakukan hal-hal penting dan berharga.

Tindakan kita adalah cerminan bagaimana kita melihat dunia. Sementara dunia kita tak lebih luas dari pikiran kita tentang diri kita sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan ynag ada dalam pikiran kita. Padahal dunia tak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.

Maka, bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan, dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Mengenali Diri

Kata-Kata Mutiara

kata-kata -mutiara-mengenali- diri
Kenali diri sendiri via www.kika.web.id

Kenali Diri Anda, Dapati Diri Anda


Keberhasilan yang diraih, atau kegagalan yang menimpa dapat ditelusuri jauh ke dalam diri Anda. Karena Anda lah yang menjalani semua ini. Bukan orang lain. Hanya saja, terlalu banyak orang tak mau memikul tanggung jawab itu. Bagi mereka mempertanggungjawabkannya adalah beban. Padahal, tak seorang pemimpin pun tak merasakan kebebasan setelah berani mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Dan, tanggung jawab tertinggi untuk mencapai kebebasan murni adalah bertanggung jawab atas diri sendiri.

Seorang bijak pernah menulis demikian:
“Amatilah pikiranmu, karena akan menjadi ucapanmu. Amatilah ucapanmu, karena akan menjadi tindakanmu. Amatilah tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaaanmu. Amatilah kebiasaaanmu, karena akan menjadi karaktermu. Amatilah karaktermu, karena akan menjadi nasibmu”. Di atas semua itu, amatilah diri Anda. Hanya mereka yang mengenal dirinyalah yang akan mencapai ketenangan diri yang sesungguhnya.




Terserah Anda

Tingkat kesuksesan Anda tergantung pada satu orang, yaitu Anda sendiri. Apa yang Anda mampu kerahkan dalam hidup adalah apa yang Anda akan dapat dari hidup. Anda tidak bisa meminjam, meminta, atau mencuri kesuksesan orang lain. Memang orang lain mampu mengilhami, mengajarkan, mendorong, dan menghibur Anda. Tetapi satu-satunya yang menjalani hidup Anda dan yang mampu memberikan pilihan terbaik adalah diri Anda sendiri.

Anda tidak perlu menjadi orang lain untuk dapat membuat dunia menjadi berbeda. Setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk mengubah dunia karena setiap orang memiliki hasrat. Bila hasrat yang ada dalam diri Anda adalah hasrat mencari arti hidup diri Anda, maka itulah hasrat sejati untuk mengubah dunia.

Lepas dari sekedar hasrat, semua yang terjadi, yang dilihat, dan diperhatikan orang adalah tindakan. Setiap tindakan memang menghasilkan banyak kemungkinan, tetapi tanpa tindakan, yang ada hanya hasrat yang gagal.

Apakah Anda tertarik untuk mengubah dunia hari ini? Siapkan diri Anda dalam kesatuan hasrat serta tindakan dan dunia pun akan memberikan jalan.

Saat Yang Paling Sempurna

Mungkin ada sesuatu yang selalu Anda ingin kerjakan. Sebuah hasrat untuk mengerjakan sesuatu yang Anda cita-citakan. Mengapa Anda tidak coba mengerjakannya hari ini? Hari ini adalah saat yang paling sempurna untuk memulainya. Dari semua hari yang tersedia, tidak ada yang lebih tepat daripada hari ini.

Anda menginginkan kesempurnaan? Berangkatlah dari yang tidak sempurna terlebih dahulu. Perbaiki satu bagian demi satu bagian, maka apa yang Anda inginkan akan terwujud di depan mata. Tidak ada karya besar yang muncul dengan sekali duduk.

Mengambil langkah pertama tidaklah sulit. Semuanya ada di dalam jangkauan Anda, termasuk hari ini. Jadi tunggu apa lagi, yang terpenting adalah Anda memulainya sekarang, karena Anda adalah pemilik hari ini.

Mengapa tidak besok? Karena hari esok belum tentu ada.

Kuatnya Sebongkah Harapan

Dahulu, ada seorang pengusaha yang cukup berhasil di kota ini. Ketika sang suami jatuh sakit, satu per satu pabrik mereka dijual. Harta mereka terkuras untuk berbagai biaya pengobatan. Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana. Sang suami pun telah tiada. Beberapa tahun kemudian, rumah makan itu pun harus berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil di sebelah pasar. Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun kota. Cucunya sudah beberapa. Orang-orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan. Namun, ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli. Wahai Ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?

Garam dan Telaga

Cerita Motivasi



Cerita motivasi kali ini diperuntukkan bagi anak muda yang hidupnya pasti diuji dengan berbagai persoalan oleh Yang Maha Kuasa untuk meningkatkan derajat dirinya. Objek perumpamaan pada kisah ini diambi dari filosofi garam dan telaga. Semoga termotivasi dan terinspirasi. Selamat membaca.

Bersyukurlah Pada Apa Saja

Anda wajib mensyukuri apapun yang menimpa Anda. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun Anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa Anda tidak realistis. Namun, sebenarnya sikap Anda jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri Anda dari kecemasan atas kesalahan.

Bersyukur mendorong Anda untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang meringankan hidup Anda selain sikap bersyukur. Semakin banyak Anda bersyukur semakin banyak Anda menerima. Semakin banyak Anda mengingkari, semakin berat beban yang Anda jejalkan pada diri Anda. Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, Anda takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha Anda lakukan karena Anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukur sisi positif itu tampak di pandangan Anda.

Sekian renungan untuk kali ini. Terus termotivasi!
Tersenyumlah dan bersyukurlah.