Cerita Motivasi
![]() |
| Ikhlas dan Syukur membawa Kebahagiaan |
Cerita Motivasi tentang Kebahagiaan
Vita Motivasi -- Cerita motivasi kali
ini membahas tentang kebahagiaan. Inti dari kesuksesan seseorang
adalah kebahagiaan. Tidak ada sukses tanpa bahagia di dalamnya.
Kesuksesan yang tanpa disertai kebahagiaan merupakan kesuksesan yang
semu. Namun, seperti apakah kebahagiaan dan bagaimana cara kita
menemukannya. Semoga cerita motivasi berikut
akan mengantarkan Anda semua ke gerbang kebahagiaan dan masuk ke
dalamnya.
Kebahagiaan
Bukan Terletak Di Sana
Mengapa
Anda selalu memandang ke sebelah sana?
Mengapa
Anda selalu berpikir, orang lain, sahabat, kenalan, dan tetangga
lebih berbahagia?
Gampang
dikatakan, mereka lebih berbahagia dan lebih baik.
Anda
berpikir, segala tenaga dan kemampuan kucurahkan, tapi hasilnya
selalu mengecewakan. Anda bersikeras, di sebelah sana lebih bagus dan
lebih baik sambil bergantung terus pada bayangan yang indah.
Tapi
pernahkan Anda berpikir bahwa mereka yang di sebelah sana melihat
Anda di sebelah sini sambil berpikir, Anda lebih bahagia? Tapi mereka
justru menyaksikan hanya yang menyenangkan tanpa mengenal kecemasan
yang datang dan pergi di hati Anda.
Hidup
bahagia adalah bentuk seni yang mengagumkan termasuk di dalamnya
adalah kepuasan dan kesyukuran. Kebahagiaan terletak bukan di sebelah
sana, melainkan di sini, di dalam hati kita sendiri.
Menuju
Keindahan dan Kebahagiaan, Stop Comparing
Ini
bercerita tentang tokoh asal Timur Tengah, Nasrudin. Suatu hari,
Nasrudin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuh dengan pasir.
Ternyata dia mencari jarum. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut
membantunya mencari jarum tersebut. Tetapi selama sejam mereka
mencari jarum itu tak ketemu juga.
Tetangganya
bertanya, “Jarumnya jatuh dimana?”
“Jarumnya
jatuh di dalam”, jawab Nasrudin.
“Kalau
jarumnya jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?”, tanya
tetangganya.
Dengan
ekspresi tanpa dosa, Nasrudin menjawab, “Karena di dalam gelap, di
luar terang.”
Begitulah
perjalanan kita mencari kebahagiaan dan keindahan. Sering kali kita
mencarinya di luar dan tidak mendapat apa-apa. Sedangkan daerah
tergelap dalam mencari kebahagiaan dan keindahan, sebenarnya adalah
daerah-daerah di dalam diri. Justru letak 'sumur' kebahagiaan yang
tak pernah kering, berada di dalam. Tak perlu juga mencarinya
jauh-jauh, karena 'sumur' itu berada di dalam semua orang.
Sayangnya
karena faktor peradaban, keserahan, dan faktor lainnya banyak orang
mencari sumur itu di luar. Ada orang yang mencari bentuk
kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil
bagus, atau rumah indah. Tetapi kenyataaannya, setiap pencarian di
luar tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu,
tidak akan berlangsung lama. Kulit misalnya, akan keriput karena
termakan usia, mobil mewah akan berganti dengan model terbaru,
jabatan juga akan hilang karena pensiun.
“Setiap
perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan selalu
berujung pada bukan apa-apa. Leads you to nowhere. Setiap
kekecewaaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat
dari mencarinya di luar.”
Untuk mencapai tingkatan kehidupan
yang penuh keindahan dan kebahagiaan seseorang harus melalui lima
buah 'pintu' yang menuju ke tempat tersebut.
Pintu
pertama adalah stop comparing start flowing. Stop
membandingkan. Mulailah mengalir. Seorang ayah atau ibu belajar untuk
tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena setiap pembandingan
akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar.
Setiap
penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, dimulai dari
membandingkan. Contoh salah
satu artis dunia, sebagai
seorang yang sering kali
membandingkan dirinya dengan orang lain. Uangnya banyak, mampu
mengongkosi hobinya untuk operasi plastik. Sehingga orang yang hidup
dari satu perbandingan ke perbandingan lain, maka hidupnya kurang
lebih sama dengannya. Leads you to nowhere.
Karena itu, mari kita menuju ke sebuah
titik, mengalir (flowing) menuju ke kehidupan yang
paling indah di dunia, yaitu diri kita sendiri. Apa yang disebut
flowing ini seseungguhnya sederhana saja. Kita akan menemukan
yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai belajar menerimanya.
Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul. Kepercayaan diri ini
berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita bangun dari dalam.
“Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi diri sendiri.
Itulah keindahan yang sebenar-benarnya!”
Pintu kedua menuju keindahan dan
kebahagiaan adalah memberi. Sebab utama kita berada di bumi ini
adalah memberi. “Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya
kita harus memberi lebih banyak. Ada tiga tangga emas kehidupan. I
intend good, I do good, and I am good. Saya berniat baik, saya
melakukan hal yang baik, kemudian saya menjadi orang baik.
Yang baik-baik bisa kita lakukan, bila
konsentrasi pada hal memberi. Memberi tidak harus selalu dalam bentuk
materi. Pemberian dapat berbentuk senyum, pelukan, perhatian, dan
setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia akan memasuki wilayah
beauty and happiness.
“Saya sering bertemu dengan
orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, ada yang pelit. Saya melihat
orang yang tidak suka memberi, muka orang itu keringnya minta ampun.
Orang yang mukanya kering ini bertanya pada saya, apa rahasia
kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi ke dia. Saya
bilang: sleep well, eat well”. Artinya memang, untuk ongkos
untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya saja orang sering kali
memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita sederhanakan, sleep
weel eat well, akan menjadi mudah jika diikuti dengan kegiatan
memberi . “Tak perlu khawatir, setiap pemberian itu ada yang
mencatat. Jika atasan Anda di kantor tidak mencatat pemberian Anda,
ada “Atasan Tertinggi” yang mencatatnya. Mirip dengan petani,
orang-orang yang suka memberi akan memanen hasil-hasil yang
diharapkan.
Cahaya di dalam pintu ketiga untuk
menuju keindahan dan kebahagiaan adalah berawal dari semakin gelap
hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di dalam. Perhatikanlah
bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya gelap.
Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika
ruangannya gelap.
Artinya, semakin Anda berhadapan
dengan masalah dan cobaan dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari
dalam. “Jika Anda punya suami yang keras dan marah-marah, jangan
lupa mengucapkan terima kasih pada Tuhan. Karena suami yang keras dan
marah-marah, Anda punya istri cerewetnya minta ampun. Ucapkan terima
kasih pada Tuhan, karena orang cerewet adalah guru kehidupan terbaik.
Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran. Jika
Anda punya atasan diktatornya minta ampun, itu sengaja ada yang
kirim. Agar Anda belajar tentang kebijaksanaan.”
orang yang pada akhirnya menemukan
keindahan dan kebahagiaan, biasanya telah lulus dari universitas
kesulitan. Semakin banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin
diri kita bercahaya dari dalam. Mengutip perkataan Jalaluddin Rumi,
semuanya dikirim sebagai pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang
tidak terbayangkan. “Tidak hanya orang kaya saja yang berguna,
orang miskin juga berguna. Gunanya adalah karena orang miskin, orang
kaya terlihat jadi tambah kaya. Jadi semua ada gunanya untuk
menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness.
Pintu keempat adalah surga yang
bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah rangkaian sikap. “Bila
Anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan godaa, maka nereka
tidak ketemu setelah mati. Nereka sudah ketemu sekarang, sedangkan
Anda akan bertemu surga. Jika hasil dari rangkaian sikap Anda benar.
Sikap ini dimulai dari berhenti
mengkhawatirkan segala sesuatunya dan coba yakinkan diri bahwa
everything will be alright. Setiap kali kita beribadah, berdoa
dan memuji Tuhan, tetapi setiap kali pula kita merasa takut. Padahal
ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan terhadap Tuhan. “Kalau
Anda berdoa tapi masih takut, mending jangan berdoa karena tidak
yakin. Lebih baik Anda yakin, hidup ini berjalan sempurna.”
Pintu kelima menuju keindahan dan
kebahagiaan yakni tahu diri kita dan kita tahu kehidupan. Ada cerita
tentang kumpulan binatang yang hendak membuat sekolah karena mereka
tidak mau kalah dengan manusia. Semua binatang mengikuti kursus
berlari, berenang dan terbang. Tetapi 11 tahun kemudian,
binatang-binatang tersebut merasa lelah sekali.
Burung tetap hanya bisa terbang, ikan
tetap hanya bisa berenang, dan serigal tetap hanya bisa berlari.
Akhirnya mereka sampai pada suatu kesimpulan, bahwa mereka harus tahu
diri. Ikan mesti tahu diri hanya bisa berenang, burung mesti tahu
diri hanya bisa terbang sedangkan serigala mesti tahu diri hanya bisa
berlari.
Sehingga seperti hewan-hewan tersebut,
manusia-manusia yang tidak tahu diri adalah manusia yang tidak pernah
bertemu keindahan dan kebahagiaan.
Ada sebuah kalimat bijak:
“Sumur kehidupan yang tidak pernah
kering berada di dalam. Sumur ini hanya kita temukan dan kita timba
airnya kalau kita bisa mengetahui diri kita sendiri.” Seandainya
diri sendiri telah ditemukan, maka artinya kita kemudian mengetahui
kehidupan.
Semoga cerita motivasi di atas
membuat Anda semua terinspirasi. Jika Anda merasa artikel di atas
bermanfaat, mari berbagi kebahagiaan bersama orang-orang yang Anda
cintai dengan ikut membagikan artikel ini ke sosial media. Selalu
tersenyum dan selalu terinspirasi.
Vita-Motivasi
Berbagi Inspirasi | Suplemen Diri

No comments:
Post a Comment